Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie memerintahkan kadernya di DPR untuk menolak
Perppu Pilkada Langsung yang diteken SBY saat menjabat Presiden RI. Bukan hanya SBY yang kecewa, Presiden Jokowi pun ikut menyatakan sikap.
Melalui
fanpage Facebook-nya,
Presiden Jokowi menyatakan akan menjalin komunikasi politik yang lebih
intensif dengan Parlemen (DPR-RI) untuk saling menyetujui kesepakatan
Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2014
tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota.
"Pada
prinsipnya Pilkada langsung tidak bisa ditawar-tawar lagi, ini adalah
buah paling manis dalam demokrasi kita," kata Jokowi, dikutip
Liputan6.com, Jumat (5/12/2014).
Bila Pilkada Langsung dibredel
kemudian digantikan Pilkada Tidak Langsung, sambung Jokowi, maka rakyat
seakan-akan diikat untuk menonton panggung politik, dimana rakyat
diasingkan dari hak-haknya berdemokrasi.
"Dengan pilkada
langsung, pelan-pelan akan kita dapatkan pemimpin yang secara organik
tumbuh di dalam masyarakat dan paham atas situasi-situasi yang
berkembang di tengah masyarakat," ujar Jokowi.
Sebelumnya, saat
penyampaian tanggapan dari DPP Partai Golkar atas pandangan umum Laporan
Pertanggungjawaban (LPJ) tiap DPD tingkat I dan II Golkar di Hotel
Westin, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Selasa 2 Desember malam, Ical
meminta agar Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu)
Pilkada dan Pemda yang dikeluarkan SBY ditolak.
"Saya dengar,
Perppu itu digugat, bukan materi tapi mengenai cara untuk melaksanakan
Perppu itu. Kata Mahfud, kalau Perppu itu dibatalkan, harus dibuat UU
baru dan kemudian UU pilkada itu berlaku kembali. Kalau itu nggak
berhasil, itu akan kita perjuangkan setelah DPR reses. Sesuai usulan
saudara sekalian, kita bisa menolak Perppu itu," papar Ical.
Ketua
Umum Partai Demokrat SBY pun merasa dikhianati Partai Golkar. Padahal,
ada kesepakatan yang ditandatangi Ical agar Partai Golkar mendukung
Perppu tersebut di DPR.
"Kini, secara sepihak Partai Golkar
menolak Perppu, berarti mengingkari kesepakatan yang telah dibuat. Bagi
saya hal begini amat prinsip," tegas SBY dalam akun twitternya,
@SBYudhoyono, Jumat (5/12/2014).
Agar
Perppu Pilkada
yang diterbitkannya saat menjabat Presiden RI itu disahkan, SBY pun
memerintahkan Fraksi Demokrat DPR untuk mendekati Fraksi PDIP.
info by liputan6